Posts

Showing posts with the label #cerpen

Kesedihan Yang Terjual

Semenjak ia pergi dari kehidupanku rasanya hidup ini sudah terbakar api dan hanya tinggal abu yang tersisa. Abu itu tertiup debu lalu terbuang sia-sia atau jika sedang beruntung abu itu bisa dijadikan pupuk tanaman oleh siapa saja yang suka tanam-menanam. Tetapi, apa pun itu, abu tetaplah abu, bukan manusia yang bisa apa saja dan merasa apa saja. Termasuk merasa bahagia. Abu hanya bisa pasrah   pada tiupan angin. Kemana pun angin bertiup di situlah abu terbawa. Barangkali semacam itulah gambaran diriku saat ini. Tak ada yang berarti. Hanya manusia sia-sia. Aku ingin kembali hidup dan bernyawa sebagai manusia. Tapi apa daya, seluruh hidupku telah ia bawa pergi. Seluruhnya tak ada yang tersisa. Bahagiaku, sedihku, segala emosiku telah ia curi dan entah akan ia kembalikan lagi atau akan ia nikmati sendiri. Kini, aku hanya manusia yang hidup tapi mati. Tanpa emosiku. Jika ada anak kecil yang melihatku, barangkali ia akan berpikir aku ini robot mainannya. Karena itulah aku lebih memilih...

Jaga Jarak

Aku mendengar Ibu dan Bapak bertengkar lagi perihal uang. Bapak baru saja di rumahkan beberapa bulan yang lalu akibat pandemi covid-19. Perusahaan tempat Bapak bekerja melakukan pengurangan pegawai dan Bapak ialah salah satu pegawai yang memenuhi kriteria untuk di rumahkan. Mengingat usianya yang dianggap sudah bukan usia yang produktif lagi. Ibu terus mengomelinya tanpa henti setiap saat. Ibu bilang “Mau di kasih makan apa anak-anak, Pak. Kalau seperti ini terus, Pak.” Sembari menangis Ibu terus mengoceh pada Bapak. Sedangkan Bapak hanya diam sembari menahan kepiluannya sendiri. Tiara dan Andi sedang tak di rumah. Mereka sedang di tempat Paman menumpang wifi untuk mengerjakan tugas sekolahnya. Hanya Paman lah yang mau berbaik hati menyumbangkan jaringan internetnya untuk kepentingan pendidikan. Tidak heran, karena pamanku seorang dosen di salah satu universitas swasta di kota kami. Beliau tentu sangat perduli pada pendidikan anak-anak di desa kami. “Lebih baik kita cerai, Pak, kal...